Berapa Jarak Safar yang Diperbolehkan Untuk Jamak Shalat?

Berapa Jarak Safar yang Diperbolehkan Untuk Jamak Shalat?

Berapa Jarak Safar yang Diperbolehkan Untuk Jamak Shalat?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan bahwa jarak Safar menurut sebagian ulama adalah 83 KM.

Ulama lainnya menyatakan bahwa jarak Safar itu tergantung pada ‘urf walaupun tidak mencapai 83 KM.

Bahkan seandainya secara ‘Urf jarak tersebut tidak dianggap Safar, maka tidak dianggap Safar walau jarak yang ditempuh sudah mencapai 100 KM.

Pendapat terakhir ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, karena memang Allah tidak menetapkan pembatasan jarak Safar dalam mengqashar Shalat.

Begitu pula Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menetapkan jarak dalam hal ini.

Baca Juga: Tips Bisnis Untuk Jangka panjang

Pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah inilah yang lebih mendekati kebenaran.

Kesimpulan:  Tidak masalah jika kita mengambil pendapat yang menentukan jarak Safar yaitu 83 KM.
Namun jika standar dalam ‘Urf Jelas, maka ‘Urf lebih baik untuk dipakai.

Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak memberikan batasan untuk jarak safar, tidak juga memberikan batasan waktu atau pun tempat. Berbagai pendapat yang diutarakan dalam masalah ini saling kontradiksi. Dalil yang menyebutkan adanya batasan tidak bisa dijadikan alasan karena saling kontradiksi.

Untuk menentukan batasan disebut safar amatlah sulit karena bumi sendiri sulit untuk diukur dengan ukuran jarak tertentu dalam mayoritas safar. Pergerakan musafir pun berbeda-beda. Hendaklah kita tetap membawa makna mutlak sebagaimana disebutkan oleh syari’at. Begitu pula jika syari’at mengaitkan dengan sesuatu, kita juga harus menetapkan demikian pula.

Initnya, setiap musafir boleh mengqashar shalat di setiap keadaan yang disebut safar. Begitu pula tetap berlaku berbagai hukum safar seperti mengqashar shalat, shalat di atas kendaraan dan mengusap khuf.” (Majmu’ Al Fatawa, 24: 12-13).

Catatan: faedah dari Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam @islamqa

Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal Bintaro, Malam Kamis 4 Safar 1441 H.

Semoga bermanfaat

Follow Akun IG Resmi: @kampungqurancianjur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *